Cerpen

Kafe Archemist #2 – Di bawah rintik hujan

Seperti kencan pertama, hujannya mendekati dengan malu-malu. Awalnya rintik-rintik. Lalu deras.

Kafe Archemist. Riana memandangi hujan di luar jendela. Hujan pertama di kota. Kopi yang sudah dipesannya tak ia sentuh. Pertengkaran dengan Edy masih membuatnya enggan tak semangat. Ia membuka ponselnya, dan iseng mengetik kata pencarian “Hujan” di twitternya.

@axx01 #cantikitu dia yg di kala mendung sudah mewanti-wanti kita untuk menyelipkan jas hujan di bawah jok motor kita 🙂 Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment

The Adventure of Fulan Part 2

II
            Esok harinya, Pasukan kerajaan tercepat yang dipimpin Panglima Babi dikerahkan. Berita tentang mimpi itu juga  tersebar. Sayembara juga diadakan, barangsiapa yang berhasil membawa Bunga itu akan mendapat hadiah emas yang sangat banyak dari sang raja. Berbondong-bondonglah rakyat berlomba mengikuti sayembara itu, tak terkecuali Fulan dan Kuda, sahabatnya. Continue reading
Categories: Cerpen | Leave a comment

Adventure of Fulan Part 1

April 2012

Satu tahun yang lalu aku mencoba membuat cerita dongeng anak-anak. Ternyata lebih sulit dari yang kuduga. Selain mencoba mengatasi keengganan untuk menulis, writer’s block dan kedisiplinan untuk menyelesaikan cerita sampai akhir, aku juga kesulitan tentang isi ceritanya. Ada seorang penulis besar bilang kira-kira seperti ini, “Kalau hanya cocok dibaca untuk anak-anak, maka cerita itu gagal”. Maka kira-kira maksudnya: selain bisa dinikmati anak-anak, cerita itu setidaknya juga bisa dinikmati orang dewasa. Mungkin. Dan setelah berusaha keras, akhirnya jadi juga. Tak tahu ini cerita bagus atau tidak. Tapi… Ya sudahlah.

 

 ———————————————————————————

The Adventure of  Fulan

I

Stage I

Dahulu kala, saat  manusia dan hewan-hewan masih hidup berdampingan dan berbicara dalam bahasa yang sama dan hampir memiliki ukuran tubuh yang sama, tidak ada yang benar-benar tinggi, besar, kecil atau kerdil, Tersebutlah seorang pemuda bernama Fulan. Mulanya ia seorang pemuda dari keluarga kaya dan bahagia. Orangtuanya adalah saudagar dan pedagang yang sangat menyayangi Fulan. Cita-cita Fulan adalah suatu hari dapat menikahi Putri raja yang cantik. Namun Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment

Kafe Archemist #1

Suatu Malam di Kafe Archemist

Kafe ini terletak di pinggir jalan raya yang tiap malam sering mendapat kunjungan penghobi fotografi. Fotografer-fotografer amatir menyukai jalanan ini karena banyak gedung-gedung tua, trotoar nyaman dan pohon-pohon rindang rapi berjejer di pinggirnya. Dari dalam kafe kita bisa melihat lalu lalang kendaraan. Anak-anak muda sering menghabiskan waktu terutama weekend di dalam kafe sambil melihat performance band lokal yang cukup terkenal di dalam kota tapi hanya tampil di hari-hari tertentu. Hanya ada dua orang pengunjung tersisa di kafe ini. Continue reading

Categories: Cerpen | 3 Comments

Tok tok. Ada Bidadari. Wow

`“Tok Tok”

“Siapa disana”

“Bie..”

“Bie..sapa?”

“Bidadari”

“Hah?”

“Selamat Ulang Tahun”

Aku membuka pintu disana. Memang ada bidadari. Continue reading

Categories: Cerpen, Diary | Leave a comment

PHP vs Modus. Part I

PHP vs Modus

Sebuah Fiksi.

“I wish I’m special. But I’m a creep. I’m a weirdo. What the hell am I doing here? I don’t belong here.

I’m a creep. I’m a weirdo”

Radiohead ~ Creep

Liriknya makjleb banget. Serasa diserang Gollum yang berteriak-teriak sambil membawa belati. “MY PRECIOUS. MY PRECIOUS!”. Belatinya langsung tertancap di ulu hati. Gollum pergi sambil tertawa-tawa. Sedang yang ditusuk hanya berbaring telentang mengutuki kebodohannya sambil berkata pelan, “TER-LA-LU” Continue reading

Categories: Cerpen, Diary, Joke | Leave a comment

Aku rasa aku menyukai dia

Namaku Bagus. Aku cowok jam setengah 8 malam. Bagi dia. Bukan, bukan. Aku bukan cowok aneh mesum yang suka mengintip kegiatan dia lewat teropong pada jam-jam tersebut ataupun lelaki penyiar berita favoritnya di acara berita malam. Aku cowok jam setengah 8 malam. Bagi dia. Bagi Bulan. Tiap jam setengah 8 malam hampir tiap hari aku meneleponnya dan kami mengobrol tentang apapun. Kubilang hampir, karena kadang dia tak mengangkatnya. “Sorry, lagi ada cowokku, gus”. Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment

FF : Apa yang kita ketahui tentang hujan ?

Image

Apa yang kamu ketahui tentang hujan ?

Tanyaku pada sahabatku. “Hujan adalah saat tanganmu dan tangannya erat lari berbasah-basahan di bawahnya mencari teduh,” ujarnya. HAHA. Ah, puitis sekali sahabatku itu untuk ukuran seorang polisi. Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment

Sebuah cerpen: Butterfly

Pada suatu hari Joe tengah dalam perjalanan pulang dari sekolahnya. Wajahnya masih kebiru-biruan dan menahan sakit setelah berkelahi dengan Sonny dan teman segengnya. Ketika sampai di Jembatan Greenmet, jalanan sepi dan ia hanya melihat beberapa meter darinya seorang wanita muda berdiri di pinggir pagar besi jembatan. Ia lalu menghampirinya.
Wajah Rosie penuh air mata dan ia sudah siap terjun dari pinggir Jembatan Greenmet itu ketika seseorang menyebut namanya. “Kau Rosie Rowland ‘kan?”. Ia lalu menoleh dan sedikit terkejut mendapati seseorang dengan wajah babak belur berdiri menatapnya penuh tanda tanya. “Jangan mendekat !” teriaknya. Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment

Bunuh Diri?

“Ia bisa langsung mati”
“Dia akan lompat”
“Di sana, di atas.”
“Ya ampun ! Tingginya ‘kan dua puluh meter”

Orang-orang semakin banyak berkerumun. Mungkin sudah ada yang mengambil polisi, tapi mereka terlambat.

Untuk apa kita hidup?
Hidup pasti punya alasan kan? Dan jika alasan itu hilang , untuk apa kita hidup? Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment