Monthly Archives: March 2013

Kafe Archemist #2 – Di bawah rintik hujan

Seperti kencan pertama, hujannya mendekati dengan malu-malu. Awalnya rintik-rintik. Lalu deras.

Kafe Archemist. Riana memandangi hujan di luar jendela. Hujan pertama di kota. Kopi yang sudah dipesannya tak ia sentuh. Pertengkaran dengan Edy masih membuatnya enggan tak semangat. Ia membuka ponselnya, dan iseng mengetik kata pencarian “Hujan” di twitternya.

@axx01 #cantikitu dia yg di kala mendung sudah mewanti-wanti kita untuk menyelipkan jas hujan di bawah jok motor kita 🙂 Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment

The Adventure of Fulan Part 2

II
            Esok harinya, Pasukan kerajaan tercepat yang dipimpin Panglima Babi dikerahkan. Berita tentang mimpi itu juga  tersebar. Sayembara juga diadakan, barangsiapa yang berhasil membawa Bunga itu akan mendapat hadiah emas yang sangat banyak dari sang raja. Berbondong-bondonglah rakyat berlomba mengikuti sayembara itu, tak terkecuali Fulan dan Kuda, sahabatnya. Continue reading
Categories: Cerpen | Leave a comment

Adventure of Fulan Part 1

April 2012

Satu tahun yang lalu aku mencoba membuat cerita dongeng anak-anak. Ternyata lebih sulit dari yang kuduga. Selain mencoba mengatasi keengganan untuk menulis, writer’s block dan kedisiplinan untuk menyelesaikan cerita sampai akhir, aku juga kesulitan tentang isi ceritanya. Ada seorang penulis besar bilang kira-kira seperti ini, “Kalau hanya cocok dibaca untuk anak-anak, maka cerita itu gagal”. Maka kira-kira maksudnya: selain bisa dinikmati anak-anak, cerita itu setidaknya juga bisa dinikmati orang dewasa. Mungkin. Dan setelah berusaha keras, akhirnya jadi juga. Tak tahu ini cerita bagus atau tidak. Tapi… Ya sudahlah.

 

 ———————————————————————————

The Adventure of  Fulan

I

Stage I

Dahulu kala, saat  manusia dan hewan-hewan masih hidup berdampingan dan berbicara dalam bahasa yang sama dan hampir memiliki ukuran tubuh yang sama, tidak ada yang benar-benar tinggi, besar, kecil atau kerdil, Tersebutlah seorang pemuda bernama Fulan. Mulanya ia seorang pemuda dari keluarga kaya dan bahagia. Orangtuanya adalah saudagar dan pedagang yang sangat menyayangi Fulan. Cita-cita Fulan adalah suatu hari dapat menikahi Putri raja yang cantik. Namun Continue reading

Categories: Cerpen | Leave a comment