Rujak Pertemanan

Gula + garam + kecap + lombok + mangga + sepotong persahabatan. Wuuooohhh. Kenikmatan dunia yg membuat ketagihan yg membuat lidah panas terbakar rasa pedas bercampur manisnya gula dan asin garam,serta keringat bercucuran dan mata berair. Tapi layak. Right?
Melewatkan waktu bersama kalian.. Sadarkah? Kalian kembali mengingatkanku akan indahnya persahabatan. Persahabatan yg sering timbul dalam kesederhanaan. Manis seperti gula,asin seperti garam dan pedas membakar seperti lombok. Itulah persahabatan kita. Canda di tengah tetesan keringat yg mengalir deras ke dagu.. dan kalian juga mengingatkanku akan sensasi luar biasa saat tertawa lepas berebut potongan rujak mangga. Tawa hangat kalian mengikis kepenatan dan kelelahan akan hidup. Walau mungkin kita akan saling berlarian berebut ke toilet setelahnya karena efek makan rujak tapi aku senang memiliki teman seperti kalian. Cheers, bro!

Categories: Diary | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: