Bunuh Diri?

“Ia bisa langsung mati”
“Dia akan lompat”
“Di sana, di atas.”
“Ya ampun ! Tingginya ‘kan dua puluh meter”

Orang-orang semakin banyak berkerumun. Mungkin sudah ada yang mengambil polisi, tapi mereka terlambat.

Untuk apa kita hidup?
Hidup pasti punya alasan kan? Dan jika alasan itu hilang , untuk apa kita hidup?
Bukankah kematian lebih melegakan?
Tak akan ada lagi rasa perih dan sakit hati. Hanya ketenangan.
Jika alasan kau hidup adalah orang-orang yang kau sayangi: Ayah, Ibu, Kekasih.
Bagaimana jika mereka pergi meninggalkanmu atau tak lagi mencintaimu?
Tak ada lagi kata-kata seorang Ayah yang menasehatimu dan senyum Ibumu saat kau pulang ke rumah bertanya padamu sudahkah kau makan. Tak ada lagi senyum menawan dan pandangan mata penuh cinta dari kekasihmu.
Bukankah hidup tak ada gunanya lagi? Kau pasti ingin mati ‘kan?
Tak ada yang lebih mengerikan dari kematian selain rasa kesepian.

“TIDAK !!!”
“Dia MELOMPAT !!!!”
“Ya Tuhan!!”

Akhirnya…

“Pemirsa, Jeffry Sampurna, pria 20 tahun nekat bunuh diri dengan melompat dari menara 20 meter, setelah mendapat kabar kekasihnya menikah dengan orang lain. Tak hanya itu, masalah kematian orangtuanya akibat kecelakaan mobil diduga juga menjadi penyebab…”

……

Omong-omong, orang bernama Jeffry Sampurna yang lompat dari menara dan tubuhnya hancur di jalan itu bukan aku. Itu pria labil dengan masalah riwayat putus cinta.
Siapakah aku?
Aku David. Apa hubunganku dengannya? Ini rahasia, tapi akulah yang merusak rem mobil orangtuanya saat mereka pergi ke Puncak. Aku juga yang memasukkan ekstasi dan obat perangsang ke minuman Jeffry dan menyewa pelacur untuk mengajaknya ke hotel. Terakhir, akulah yang melakukan telepon misterius ke kekasihnya untuk mengunjungi mereka. Pengaturan waktu dan sedikit uang. Mudah sekali. Jika kau punya cukup pengetahuan psikologi tentang sifat manusia dan bahkan mengenal kepribadian orang itu, dengan sedikit tindakan dan keberanian kau akan dengan mudah memanipulasi sifat labil manusia dan membunuhnya tanpa mengotori tanganmu dengan darah. Oh ya, dalam kasus ini kau juga perlu sedikit pengetahuan tentang mobil.
Aku rasa aku harus pergi sekarang. Hari ini sungguh hari istimewa. Hari ini aku akan menikahi Nita, mantan kekasih Jeffy Sampurna itu…

Categories: Cerpen | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: