Adik Chang’e

Tebak Siapa?

Aku melihat bidadari. Dia tersenyum padaku. Dan kisah cinta pun dimulai. “Hai. Salam kenal. Sampai jumpa”. Lalu pergi. Begitu saja. Dan kisah cinta ini pun berakhir saat itu juga. Mengapa? Oh ya, aku lupa bilang. Dia tersenyum lebih cerah pada pria lain. Calon suaminya. Pria yang suka membawa-bawa mercedes kemana-mana. Nah, kau tahu diri kan?

Mau tahu kisah cintaku sebelumnya?

Dulu waktu duduk di SMP, aku jatuh cinta pada cewek kelas sebelah. First love. Dia kembang sekolah pokoknya, juara kelas dan pinter abis. Belum sempat kunyatakan perasaanku padanya, dia keburu pindah sekolah. Bah!

Kemudian Saat SMU. Di depan gerbang sekolah, aku melihat cewek itu untuk kali pertama. Aku jatuh cinta lagi. Tapi dia tidak melihatku Dia melihat cowok lain yang berdiri di seberang jalan. Cowok penunggang motor sport. Dan terus berganti-ganti seperti itu selama tiga tahun. Baik cowoknya maupun kendaraannya. Cih! Aku hanya bisa menjadi sahabat cewek itu. Sampai aku tak tahan lagi lalu kunyatakan cintaku padanya. Tepat hari kelulusan.

“Sudah bertahun-tahun aku menunggumu untuk mengatakan hal ini, kenapa baru sekarang?” Katanya.

“Jadi kau?”

Ya, Tetap saja dia menolakku. Dia akan pergi ke luar negeri melanjutkan kuliah. Bah! Macam film drama saja.

Lalu begitu seterusnya. Kisah cinta dan tragedi ini pun terjadi berulang-ulang padaku dengan berbagai macam alasan.

Ditinggal mati, dikhianati, tak direstui dan diusir bagai gelandangan. Sebutkan saja tragedi lain, aku sudah pernah mengalami yang lebih buruk.

Bertemu berbagai macam wanita, patah hati dan jatuh cinta berulang-ulang membuatku belajar. Jangan berkenalan dengan perempuan yang lebih sering mengeluarkan kartu kredit daripada senyumnya. Jangan berkenalan dengan perempuan yang suka naik BMW. Jangan berkenalan dengan gadis yang berteriak histeris melihat noda di gaunnya. Intinya, jangan mudah jatuh cinta dan tertipu penampilan

Kau pasti mengira aku akan depresi karena berkali-kali gagal dalam percintaan. Tidak. Aku pria kuat. Pria kuat kebal terhadap hal seperti ini. Lebih banyak gadis di luar sana daripada laki-laki. Bodoh sekali jika aku menyerah. Cinta itu indah dan tak pernah salah. Sejauh yang kutahu, aku sudah jatuh cinta dan patah hati sebanyak 114 kali serta ada sebanyak 184 wanita yg mencintaiku dg tulus selama hidupku. Membuatku bahagia lebih banyak daripada membuaku menderita. Cinta tidak pernah sia-sia. Membuatmu lemah dan kuat. Tergantung efek mana yang akan kau pilih.

***

Aku berbaring di rerumputan. Semak-semak tinggi menutupi tubuhku dari pandangan. Menikmati hujan di wajahku sambil terpejam. Dan hujan berhenti. Eh, tidak, hujan masih turun lebat di kakiku. Tapi tak ada air yang menerpa kepalaku. Aku membuka mata.

Bidadari, ya kukira dia bidadari. Berlatar langit merah muda. Ternyata yang merah muda itu bagian dalam payung dan bidadari itu ternyata wajah seorang gadis yang membungkuk ingin tahu tepat di atas wajahku.

“Pengantin semesta? Apa maksudnya?”

Aku menatap desain surat undangan yang dibuat olehnya.

“Iya. Pengantin semesta. Maksudnya pengantin yang bertemu karena campur tangan alam semesta. Bertahun-tahun aku mencari pangeranku ke penjuru semesta. Aku mengira ini memang hukuman langit, aku tak akan menemukan pangeranku. Lalu aku sadar, lebih baik mencari seorang ksatria daripada mencari seorang pangeran. Ksatria adalah orang yang pantang menyerah demi orang yang disayanginya. Lalu aku bertemu denganmu.” matanya berkaca-kaca.

Ya, besok aku akan menikah. Dengan gadis berpayung merah muda itu.

Lalu ‘dia’ datang. Tepat semalam sebelum hari pernikahanku. Seorang malaikat kerdil bersayap mungil

“Siapa kau?”

Aku malaikat Cupid .”

“Kenapa kau datang kesini? Ah ya aku tahu. Aku mengerti. Tidak apa, aku belum pernah bahagia seperti ini selama hidupku. Ini waktunya roda berputar ke bawah kan?”

Tidak. Aku tidak datang untuk itu. Aku hanya mengatakan aku tidak akan mencabut lagi panah yang kuhembuskan padamu atau padanya. Jadi ini pertemuan kita yang terakhir.”

“Hah? Kenapa? Ini takdir kami yang telah digariskan. Kenapa dirubah?”

Apa kau tak pernah dengar kalimat: “Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang selama ia tidak berusaha merubahnya”? Nah, aku bukan Tuhan. Dan kau tidak pernah lelah berusaha mengubah takdirmu. Bahkan menikmatinya. Aku malah bosan terus berurusan denganmu. Jadi selamat atas pernikahanmu. Bye.”

Darth Vader menjabat tanganku dan mengucapkan selamat. Sementara wanita cantik dibelakangnya yang kurasa dari Star Trek asyik mengobrol dengan istriku. Sementara sahabatku si kera kunyuk itu asyik menyantap buah.

Ide pesta kostum di resepsi pernikahan kami aku rasa cukup brilian. Seolah-olah makhluk-makhluk dari seluruh semesta hadir malam ini.

Sontak, tiba-tiba di langit muncul hujan meteor bertubi-tubi. Puluhan bintang jatuh menghiasi langit. Tidak hanya itu entah darimana ratusan kunang-kunang dan kupu-kupu bercahaya memenuhi taman dan mengelilingi tamu-tamu undangan.

“Anggap ini hadiah pernikahan dariku”

Aku tersenyum.

Orang bilang Pria berasal dari Mars dan Perempuan dari Venus. Lalu apa yang kita lakukan di bumi. Aku bisa bilang: Kita menikah disini. Eh, aku lupa memperkenalkan diri pada kalian ya. “Namaku Ti Pat Kai. Senang kalian mau mendengarkan kisahku. Dan aku tebak kalian sudah tahu siapa pengantinku ‘kan?”

Categories: Cerpen | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: