Mbonek #2

Catatan Kecil Saat Mbonek #2

“….Tahun 1932 di Stadion Tambaksari Surabaya, untuk menyaingi pertandingan bola yang digelar pihak Belanda, diadakan pertandingan sepakbola ekshibisi berisikan para petinggi dan kalangan atas pribumi Jawa, Cina, dan Arab dari kalangan pengusaha dan partai politik. Bertindak sebagai wasit adalah seorang wanita berkebaya dan kain jarit bernama Nyonya Soedjono yang sangat tegas. Pertandingan berjalan seru dan sering diiringi gelak tawa karena kejadian lucu yang terjadi di lapangan. Berakhir imbang 0-0, dan pemenang akhirnya ditentukan lewat tanding Soet (permainan dengan jempol, kelingking dan telunjuk)..”. Read more »

Categories: Diary, Photography | Leave a comment

Mbonek #1

Catatan Kecil Saat Mbonek #1

Di kalangan pendukung persebaya atau sering disebut bonek, ada satu quote yang sering diucapkan, ”Lek aku Bone, kon kate lapo?”. Yang artinya, ”Kalau aku Bonek, kau mau apa?”. biasanya diucapkan untuk menantang orang-orang yang memusuhi mereka atau memiliki pandangan negatif tentang seorang bonek, wajar bila melihat sentimen yang berkembang di masyarakat. Aku lahir dan besar di Surabaya, dan otomatis sangat menggilai tim sepakbola Persebaya. Apakah aku bonek? Read more »

Categories: Diary | Leave a comment

Bunga Tidur, Mimpi

Tentang Mimpi, bunga tidur

 dreaming

Coba pikir, sudah puluhan tahun kita hidup dan berapa malam kita lewatkan dengan tidur. Dan dalam tidur tadi, berapa banyak mimpi yang kita alami mulai dari bayi sampai usia sekarang. Menurut fakta penelitian saat bayi kita sudah bermimpi, meski tentu saja kita tak ingat apa mimpi kita saat itu. Read more »

Categories: Diary | Leave a comment

Suatu Minggu di dangdut LIVE

8 Mei 2011. Libur dan sepeda motorku dipake kakak. Nggak ngapa-ngapain di rumah. Asli bosen. Secara nggak punya pacar (abaikan fakta ini). Akhirnya ngirim SMS ke kakak:

“Dimana? Aku mau keluar. Bosen di rumah”

Ga lama kakak kembali. “Ayo, kuajak kau ke suatu tempat”.

“Kemana?” tanyaku.

“Ke JTV. Liat dangdut LIVE”.

Aku sempet membeku sebentar untuk mencerna informasi ini. Li-at-dang-dut. HAH !!.

“Cuma mau liat proses pembuatannya aja di studio”.

Di stasiun TV lokal memang ada beberapa acara yang penonton bisa masuk gratis dan melihat langsung. Salah satunya: Acara Stasiun Dangdut. Asli, ini bukan ide yang kuinginkan untuk jalan-jalan keluar rumah, Read more »

Categories: Diary, Joke | Leave a comment

Kafe Archemist #2 – Di bawah rintik hujan

Seperti kencan pertama, hujannya mendekati dengan malu-malu. Awalnya rintik-rintik. Lalu deras.

Kafe Archemist. Riana memandangi hujan di luar jendela. Hujan pertama di kota. Kopi yang sudah dipesannya tak ia sentuh. Pertengkaran dengan Edy masih membuatnya enggan tak semangat. Ia membuka ponselnya, dan iseng mengetik kata pencarian “Hujan” di twitternya.

@axx01 #cantikitu dia yg di kala mendung sudah mewanti-wanti kita untuk menyelipkan jas hujan di bawah jok motor kita :) Read more »

Categories: Cerpen | Leave a comment

The Adventure of Fulan Part 2

II
            Esok harinya, Pasukan kerajaan tercepat yang dipimpin Panglima Babi dikerahkan. Berita tentang mimpi itu juga  tersebar. Sayembara juga diadakan, barangsiapa yang berhasil membawa Bunga itu akan mendapat hadiah emas yang sangat banyak dari sang raja. Berbondong-bondonglah rakyat berlomba mengikuti sayembara itu, tak terkecuali Fulan dan Kuda, sahabatnya. Read more »
Categories: Cerpen | Leave a comment

Adventure of Fulan Part 1

April 2012

Satu tahun yang lalu aku mencoba membuat cerita dongeng anak-anak. Ternyata lebih sulit dari yang kuduga. Selain mencoba mengatasi keengganan untuk menulis, writer’s block dan kedisiplinan untuk menyelesaikan cerita sampai akhir, aku juga kesulitan tentang isi ceritanya. Ada seorang penulis besar bilang kira-kira seperti ini, “Kalau hanya cocok dibaca untuk anak-anak, maka cerita itu gagal”. Maka kira-kira maksudnya: selain bisa dinikmati anak-anak, cerita itu setidaknya juga bisa dinikmati orang dewasa. Mungkin. Dan setelah berusaha keras, akhirnya jadi juga. Tak tahu ini cerita bagus atau tidak. Tapi… Ya sudahlah.

 

 ———————————————————————————

The Adventure of  Fulan

I

Stage I

Dahulu kala, saat  manusia dan hewan-hewan masih hidup berdampingan dan berbicara dalam bahasa yang sama dan hampir memiliki ukuran tubuh yang sama, tidak ada yang benar-benar tinggi, besar, kecil atau kerdil, Tersebutlah seorang pemuda bernama Fulan. Mulanya ia seorang pemuda dari keluarga kaya dan bahagia. Orangtuanya adalah saudagar dan pedagang yang sangat menyayangi Fulan. Cita-cita Fulan adalah suatu hari dapat menikahi Putri raja yang cantik. Namun Read more »

Categories: Cerpen | Leave a comment

Kafe Archemist #1

Suatu Malam di Kafe Archemist

Kafe ini terletak di pinggir jalan raya yang tiap malam sering mendapat kunjungan penghobi fotografi. Fotografer-fotografer amatir menyukai jalanan ini karena banyak gedung-gedung tua, trotoar nyaman dan pohon-pohon rindang rapi berjejer di pinggirnya. Dari dalam kafe kita bisa melihat lalu lalang kendaraan. Anak-anak muda sering menghabiskan waktu terutama weekend di dalam kafe sambil melihat performance band lokal yang cukup terkenal di dalam kota tapi hanya tampil di hari-hari tertentu. Hanya ada dua orang pengunjung tersisa di kafe ini. Read more »

Categories: Cerpen | 3 Comments

Tok tok. Ada Bidadari. Wow

`“Tok Tok”

“Siapa disana”

“Bie..”

“Bie..sapa?”

“Bidadari”

“Hah?”

“Selamat Ulang Tahun”

Aku membuka pintu disana. Memang ada bidadari. Read more »

Categories: Cerpen, Diary | Leave a comment

Percobaan

Tes uji memasukkan pos baru pada blog yang mengalami trouble.

 

 

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH

Categories: Photography | Leave a comment

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 204 other followers